Sabtu, 12 Maret 2016

Orang Non Islam di Pemerintahan dalam Pandangan NU

Seperti hal umum dimanapun bahwa pemimpin disuatu daerah biasanya dari kalangan mayoritas di tempat tersebut. Di Negara-negara mayoritas Kristen yang katanya menjunjung demokrasi biasanya dipimpin oleh orang Kristen juga. Begitu pula di Negara-negara lainnya sehingga saudara-saudara non islam setanah-air rasanya tidak perlu merasa cemas dan sakit hati apabila para tokoh agama islam pasti menganjurkan umat islam untuk memilih pemimpinnya yang muslim juga, sebagaimana umat Kristen akan diarahkan oleh gereja untuk memilih Ahok yang Kristen dan sebagaimana pula para pemimpin Hindu di Bali mengarahkan umat Hindu untuk memilih pemimpin yang Hindu juga di Bali. 

Jadi dalam konteks bernegara adalah hal yang wajar membahas suatu persoalan dan wacana selama dalam aturan perundangan yang berlaku dan demi kepentingan seluruh masyarakat.

Lalu bagaimana pandangan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas islam terbesar di Indonesia memandang hal ini? Ternyata hal ini sudah pernah dibahas di dalam Bahtsul Masa’il Muktamar XXX NU di PP Lirboyo Kediri Jawa Timur tanggal 21 s/d 27 Nopember 1999, pada terbitan Khalista di halaman 579.



Pertanyaan:
Bagaimana hukum orang Islam menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non-Islam?

Jawaban:
Orang Islam tidak boleh menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non-Islam kecuali dalam keadaan darurat, yaitu:
1. Dalam bidang-bidang yang tidak bisa ditangani sendiri oleh orang Islam secara langsung atau tidak langsung karena faktor kemampuan.
2. Dalam bidang yang ada orang Islam berkemampuan untuk menangani, tetapi terdapat indikasi kuat bahwa yang bersangkutan khianat.
3. Sepanjang penguasaan urusan kenegaraan kepada non Islam itu nyata membawa maslahat.
Catatan: Orang non Islam yang dimaksud berasal dari kalangan ahlu dzimmah dan harus ada mekanisme kontrol yang efektif.

Dasar pengambilan:

1. Al-Quran Al-Karim
ولن يجعل الله الكافرين على المؤمنين سبيلا

“Dan Allah Swt. Sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman.” (QS. al-Nisa’: 141)

2. Tuhfat al-Muhtaj* dan Hawasyi al-Syarwani**
تحفة لابن حجر الهيتمى الجزء التاسع ص 72
وعبارته: ولايسـتـعان عليهم بكافرذمي او غيره إلا إن اضطررنا لذلك. ظاهر كلامهم ان ذلك لايجـوز ولو دعت الضرورة. لكنه فى التتمة صرخ بجواز الإستعانة به اى الكافر عند الضرورة.
(Dan tidak diperbolehkan meminta bantuan orang kafir dalam memerangi bughat –pemberontak-), baik kafir dzimmi atau yang lainnya, kecuali kita diharuskan begitu.
(Pernyataan kitab matn –Minhaj al-Thalibin-, “Dan tidak diperbolehkan…”), maksudnya hal tersebut haram, demikian pendapat Ibn Qasim al-‘Abbadi. Sementara teks kitab Mughni al-Muhtaj dan Nihayat al-Muhtaj adalah, “Peringatan. Menurut zhahir pendapat para ulama, meminta bantuan orang kafir itu tidak diperbolehkan walaupun dalam keadaan darurat. Namun, Abu Sa’id al-Mutawalli dalam kitab al-Tatimmah terang-terangan menjelaskan kebolehan meminta bantuan orang non muslim dalam keadaan darurat.

3. Hawasyi al-Syirwani**
الشروانى الجزء التاسع ص 72-73
وعبارته:نعم ان اقتضت المصلحة توليته فى شئ لايقوم به غيره من المسلمين او ظهر فيمن بقوم به من المسلمين خيانة وامنت فى ذمى ولو لخوفه من الحاكم مثلا فلا يـبعد جواز توليته لضرورة القيام بمصلحة ما ولى فيه, ومع ذلك يجب على من ينصـبه مراقيـتة ومنعه من التعرض لأحد من المسلمين بما فيه استعلاء المسلمين

Jika suatu kepentingan mengharuskan penyerahan sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan oleh orang lain dari kalangan umat Islam atau tampak adanya pengkhianatan pada si pelaksana dari kalangan umat Islam dan aman berada di kafir dzimmi, maka boleh menyerahkannya padanya karena darurat. Namun demikian, bagi pihak yang menyerahkan, harus ada pengawasan terhadap orang kafir tersebut dan mampu mencegahnya dari adanya gangguan terhadap siapapun dari kalangan umat Islam.

4. Kanz al-Raghibin dan Hasyiyat al-Qalyubi***
المحلى لجزء الرابع ص 172
وعبارته : ولا يستـعان عليهم بكا فر لأنه يحرم تسـليطه على المسلمين (قوله ولا يستعان) فيحرم إلا لضرورة.
(Dan tidak diperbolehkan meminta bantuan orang kafir dalam memerangi bughat –pemberontak-), karena haram menguasakan orang kafir terhadap umat Islam.
(Pernyataan Imam Nawawi: “Dan tidak diperbolehkan meminta.”) Maka meminta bantuan kepada orang kafir itu hukumnya haram, kecuali karena darurat).

5. Al-Ahkam al-Sulthaniyah****
الاحكام السلطانية لأبى يعلى الحنبلى ص: 35
وعبارته: والوزارة على ضربين وزارة تـفويض ووزارة تـنـفيذ. اما وزارةالتـفويض فهى ان يستوزر الإسلام من يفوض اليه تدبـير الأمور برأيه وإمـضاء ها على اجتـهاده...واما وزارة التـنـفيـذ فحكمها اضعـف وشروطها اقل لأن النـظر فيها مقـصور على رأي الإمام وتـدبـيره.
Kementrian itu ada dua macam, wuzarat tafwidh (kementrian pengkonsep) dan wuzarat tanfidz (kementrian pelaksana). Adapun wuzarat tafwidh adalah bila seorang kepala Negara mengangkat seorang menteri yang bertugas menggantikan dirinya dalam mengatur segala urusan sesuai dengan pertimbangannya sendiri dan melaksanakan semaksimalnya.
Sedangkan wuzarat tanfidz, maka kekuasaannya lebih lemah dan persyaratannya lebih sedikit karena pertimbangannya terbatas pada pendapat kepala Negara dan pengaturannya.

Catatan
*Ibn Hajar al-haitami wafat 974 H
**Abdul Hamid al-Syirwani wafat 1301 H
***Jalaluddin al-Mahalli wafat 864 H
****Al-Mawardi wafat 450 H

Wallahu a’lam.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Belajar Dialek Bahasa Arab



Ada banyak dialek dalam bahasa Arab. Pertanyaannya adalah manakah dialek bahasa Arab yang harus Anda pelajari jika Anda ingin berkomunikasi sebanyak mungkin dengan penutur bahasa Arab? Saya mencoba untuk memberikan ringkasan pertanyaan ini.

Bahasa Arab Klasik dan Bahasa Arab Modern
Ada satu bahasa Arab asli yang digunakan dalam Al-Qur'an yang disebut bahasa Arab klasik (Fus-hah). Ini adalah bentuk kuno yang diucapkan pada masa Al-Qur'an diwahyukan.
Kemudian ada bahasa Arab modern (BAM). Bahasa ini sama dengan bahasa Arab klasik (BAK) akan tetapi beradaptasi dalam beberapa hal dan lebih diarahkan kepada ucapan normal. Sebagai contoh, BAM memiliki kata-kata yang tidak ada dalam BAK, seperti فيلم (film) karena tentunya mereka tidak memiliki film seribu tahun yang lalu ketika BAK diucapkan. Bentuk-bentuk BAK dikatakan lebih puitis dan "lama", analogi kasar antara BAK dan BAM seperti bahasa Inggris Shakespeare dan Bahasa Inggris modern, akan tetapi terdapat perbedaan yang lebih besar dalam bahasa Inggris daripada dua jenis bahasa Arab tersebut. Penutur bahasa Arab bahkan terkadang tidak membedakan antara BAK dan BAM tersebut.
Sekarang masalahnya adalah tak seorang pun penutur BAK ataupun BAM dalam kehidupan sehari-hari mereka lagi, ini akan menjadi seperti berhadapan dengan seseorang yang berbicara bahasa Latin di Eropa. Bahasa Latin telah berubah menjadi varian yang lebih dikenal sebagai bahasa Italia, Spanyol, Perancis, Rumania. Jadi BAK telah berubah menjadi dialek-dialek yang sekarang kita akan sebutkan.
Sebelum itu, ada hal yang menarik yaitu semua orang berbicara dengan bahasa “Latin” mereka di dunia Arab karena mereka mempelajarinya di sekolah. Artinya, anak-anak belajar BAM atau BAK (seperti yang telah disebutkan bahwa orang Arab sering kali tidak membuat perbedaan keduanya) di sekolah dan semua orang-orang terdidik di seluruh seluruh dunia Arab tentunya. Mereka mempelajari bahasa ini karena Al-Qur'an ditulis dengannya. Itu berarti bahwa meskipun, kemungkinan besar, Anda tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang Italia dan Perancis menggunakan bahasa asli Latin, tapi Anda bisa melakukannya dengan bahasa asli Arab klasik.

Dialek Bahasa Arab Saat Ini
Jadi setelah kita tahu bahwa mereka tidak berbicara dengan BAM dalam kehidupan sehari-hari mereka, mari kita lihat bahasa apa yang mereka gunakan. Berikut kenyataannya adalah bahwa ada banyak dialek dan sub-dialek dan saya mencoba untuk menjelaskan dan membandingkan mereka semua di posting ini. Itu sebabnya saya hanya akan menyebutkan kelompok besar dialek –dialek dalam bahasa Arab.

Dialek Mesir  
Yaitu bentuk bahasa Arab yang diucapkan di Mesir. Sekitar 20% dari semua penutur bahasa Arab adalah penutur bahasa Arab Mesir. Dialek ini juga adalah bahasa Arab standar kedua saat ini. Bayangkan jika Latin diucapkan sebagai bahasa umum dan dikenal di kalangan orang-orang Arab berpendidikan, maka bahasa Arab Mesir hampir seperti bahasa Inggris di Barat sekarang.
Hal ini karena banyak lagu, acara, dll diproduksi dalam bahasa Arab Mesir dan juga banyak penutur bahasa Arab yang menonton TV Mesir (dan sekarang mungkin melihat di Internet) sehingga kemungkinan orang-orang dapat menggunakan dan memahami dialek Mesir. Beberapa orang menyarankan bahwa siapa pun yang menonton TV di dunia Arab akan dapat memahami Anda jika Anda berbicara dalam bahasa Arab Mesir. Itu sebabnya banyak orang mempelajari bahasa Arab Mesir, ketika mereka ingin belajar bahasa Arab.

Dialek Maghribi
Maghribi adalah dialek dari bahasa Arab yang digunakan di Maroko, Aljazair dan Tunisia. Ini mungkin adalah kelompok besar kedua bahasa Arab dan kadang-kadang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil seperti Maroko, Aljazair dll Secara garis besar, Arab ini bisa ditandai dengan bahwa mereka telah mengikuti banyak kata-kata Barat karena berdekatan dengan negara-negara Barat. Dialek ini hanya digunakan untuk berbicara karena kebanyakan tulisan dilakukan dalam BAM.

Dialek Teluk
Adalah dialek yang digunakan di negara-negara Teluk Persia seperti Kuwait, Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab. Dikatakan bahwa dialek ini adalah salah satu dialek yang paling mirip dengan BAM (dengan demikian BAK juga) meskipun perbedaan besar antara keduanya memang ada. Untuk memberikan analogi kasar, jika BAM adalah bahasa Latin dan dialek Mesir adalah bahasa Inggris, maka dialek Maghribi adalah bahasa Jerman dan dialek Teluk adalah bahasa Italia (itu adalah analogi yang tepat karena kesamaan yang relatif lebih besar dengan BAK). Penguasaan dialek ini berfungsi baik di wilayah Teluk Persia dan juga di tempat lain meskipun banyak orang yang mungkin masih tidak mengerti Anda.

Dialek Sudan
Dialek yang diucapkan di Sudan. Ia memiliki cukup banyak penutur karena Sudan memiliki banyak penduduk juga. Dialek Sudan dikatakan telah dipengaruhi oleh sebagian besar bahasa lokal Afrika di wilayah Sudan sehingga dialek ini memiliki nuansa Arab-Afrika. Hal ini dapat disamakan dengan Portugis Brasil (karena memiliki pengaruh asli dari bahasa lain).

Dialek Syam
Yang terakhir yang ingin saya sebutkan di sini adalah dialek Syam. Dialek ini dituturkan di wilayah Syam, yang saat ini adalah Lebanon, Suriah, Yordania, Palestina dan beberapa tempat lainnya di wilayah itu (juga mencakup Jalur Gaza). Hal ini dapat dibagi menjadi Utara (Suriah, Lebanon) dan Selatan (umumnya Palestina) yang mana dialek Utara lebih dekat dengan dialek Teluk dan yang Selatan dekat dengan dialek Mesir. Sekali lagi, dialek Arab ini benar-benar tidak digunakan di luar wilayah Syam sehingga dapat disamakan dengan Norwegia (karena memiliki dua dialek juga).

Dialek Lainnya
Selain itu, ada banyak dialek lain seperti Dialek Iraq, Dialek Najd, Dialek Hijaz (termasuk Makkah dan Madinah didalamnya) yang bisa dibilang semua ini lebih mirip dengan dialek Teluk. Kemudian dialek Yaman (yang dikenal sangat konservatif juga dan mungkin melebihi dialek Teluk dalam kemiripannya dengan BAK) dan banyak dialek-dialek yang lain.

Jadi dialek bahasa Arab manakah yang harus saya pelajari?
Jawabannya adalah

  1. Bahasa Arab klasik jika ingin memahami Al-Quran dan As-Sunnah serta kitab-kitab para ulama Islam.
  2. Bahasa Arab Modern jika Anda ingin memahami berita dan membaca tulisan-tulisan dalam bahasa arab, dokumen resmi, buku-buku, surat kabar dan lain-lain.
  3. Dialek Mesir jika anda ingin bercakap-cakap dengan berbagai kalangan orang Arab dan dapat menonton TV Arab, memahami lirik dalam lagu dan lainnya.
  4. Dialek Hijaz (termasuk varian dialek Teluk) jika ingin bercakap-cakap dengan orang-orang di Makkah dan Madinah ketika melaksankan Haji ataupun Umrah.
  5. Dialek Qatar (termasuk sub-dialek varian dialek Teluk juga) jika ingin mengerti  percakapan Qatari.

Kamis, 01 Agustus 2013

Dalil Qunut Witir di Bulan Puasa Ramadhan

Dari 'Amr dari Hasan, bahwasanya 'Umar radiyallaahu 'anhu menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu mengimami shalat tarawih pd bulan Ramadhan, dan beliau menyuruh Ubay radiyallaahu 'anhu untuk melakukan qunut pada pertengahan Ramadhan mulai malam 16 Ramadhan. HR Ibnu Abi Syaibah 2/205 no.10

Kata Ma'mar:"Sesungguhnya aku qunut witir sepanjang tahun kecuali awal
Ramadhan sampai dengan pertengahan saya tidak qunut, demikian juga
dikalukan oleh Hasan al-Bahsri, ia menyebutkan dari Qatadah dan lainnya (Mushannaf 'Abdurrazzaq 3/120) dengan sanad yang shahih

Witir adalah sebuah keharusan bagi setiap muslim, barang siapa yang hendak melakukan witir lima raka'at maka hendaknya ia melakukankannya dan barang siapa yang hendak melakukan witir tiga raka'at maka hendaknya ia melakukannya, dan barang siapa yang hendak melakukan witir satu raka'at maka hendaknya ia melakukannya.” (HR. Abu Daud no. 1422. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat di dalam kamar ketika saya berada di rumah dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam memisah antara raka’at yang genap dengan yang witir (ganjil) dengan salam yang beliau shallallahu 'alaihi wa sallam perdengarkan kepada kami.” (HR. Ahmad 6/83. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

 Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas Radhyallahu anhu berkata: Rasulullah SAW berdoa Qunut setiap hari selama satu bulan penuh, pada solat Zuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Fajr, di akhir setiap solat. Ketika Beliau berkata "Sami'allahu liman hamidah" pada akhir rakaat, beliau berdoa (untuk kehancuran) Bani Sulaim, Ri'l, Dhakwan dan Usayyah, dan mereka yang dibelakang Beliau berkata "Amin." Beliau pernah mengirim utusan kepada mereka untuk memeluk Islam, dan Mereka membunuh para utusan tersebut. Affan berkata dalam haditsnya: Dan Ikrimah berkata: Ini adalah permulaan dari Qunut. (Musnad Ahmad no. 2746). Isnadnya Sahih.

Al Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat yang saya ucapkan dalam shalat witir, yaitu

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi” (HR. Abu Daud no. 1425, An Nasai no. 1745, At Tirmidzi no. 464. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
 Nabi (Shallallaahu ‘ alaihi wasallam) menaikkan tangannya yang digunakan untuk berdo’a qunut an-nazilah, yakni memohon (kepada Allah, red) untuk membinasakan kaum (kafir). [Sahih: Ahmad 3/137, al-Mu'jam as-Saghir, dan al-Baihaqi didalam Dalaa'il an-Nubuwwah dan As-Sunan Al-Kubraa. Lihat juga: Irwaa' Al-Ghalil ( 2/181)].
Dan ‘Abdullaah ibn Mas’ud dahulu mengangkat tangannya saat qunut.


Senin, 29 Juli 2013

Google Translate Adds Javanese

On May 8th, 2013 Google announced that it has added support for five new languages to Google Translate, which brings the total to over 70 languages supported. The new languages are: Bosnian, Cebuano, Hmong, Javanese and Marathi. All of them except for Bosnian are considered to be in alpha status, so they still have a lot of work to do, but the company says it will continue to test and improve them in time.

Google Translate helps bridge the divide between the content available online and people’s ability to access that information. Starting today, you can translate another five languages using Google, which combined are spoken by more than 183 million people around the globe:
  • Bosnian is an official language in Bosnia and Herzegovina that’s also spoken in regions of neighboring countries and by diaspora communities around the world.
  • Cebuano is one of the languages spoken in the Philippines, predominantly in the middle (Visayas) and southern (Mindanao) regions of the nation.  
  • You can hear the Hmong language spoken in many countries across the world, including China, Vietnam, Laos, Thailand and throughout the United States.
  • Javanese is the second most-spoken language in Indonesia (behind Indonesian), with 83 million native speakers.
  • Marathi is spoken in India and has 73 million native speakers. Google Translate already supports several other Indian languages: Bengali, Gujarati, Hindi, Kannada, Tamil, Telugu and Urdu.


Javanese: Google Translate saiki ndhukung luwih saka 70 basa!
 
http://googletranslate.blogspot.com/2013/05/more-than-70-of-worlds-languages-in.html

Kamis, 25 Juli 2013

Hukum Meminta Maaf Sebelum Puasa Ramadhan Dan Pada Saat Idul Fitri

Assalamualaikum wr wb ustadz,
Pertanyaan saya sebagai berikut:
Apakah bermaaf-mafan sebelum memasuki bulan Ramadhan sejalan dengan Hadis Rosululloh SAW? Bila ya, bisa ustadz tolong jelaskan dengan hadisnya.
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sepanjang apa yang kami ketahui, sampai saat ini -wallahu a’lam- kami masih belum menemukan nash hadits yangmenyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan, khususnya pada saat menjelang masuknya bulan Ramadhan.
Entahlah barangkali ada ustadz atau ulama hadits yang menemukan dalilnya. Tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya, kita pun perlu untuk melakukannya.
Adapun bermaaf-maafan secara umum, tidak terkait dengn masuknya bulan Ramadhan, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Begitu banyak dalil untuk meminta maaf dan memberi maaf. Salah satunya adalah firman Allah SWT berikut ini:
فَاعْفُواْ وَاصْفَحُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. Al-Baqarah: 109)
Demikian juga di dalam ayat lain disebutkan bahwa memaafkan orang lain adalah sifat orang bertaqwa. Sementara tujuan kita berpuasa adalah juga agar kita menjadi orang yang bertaqwa.
وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَالَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(QS. Ali Imran: 132-133)
Di dalam ayat lain, disebutkan bahwa memaafkan kesalahan orang lain itu mendekatkan kita kepada sifat taqwa. Dan taqwa adalah tujuan dari kita berpuasa.
وَأَن تَعْفُواْ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
Dan memberi maaf itu lebih dekat kepada takwa. (QS. Al-Baqarah: 237)
Memaafkan kesalahan orang lain adalah sebuah ibadah yang mulia. Dan sebagai muslim, Allah SWT telah mewajibkan kita untuk memberi maaf kepada orang lain. Sehingga hukum memberi maaf itu adalah wajib ‘ain, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلينَ
Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.(QS. Al-A’raf: 199)
Selain itu, memaafkan kesalahan orang lain yang telah berbuat salah itu akan diganjar oleh Allah SWT dengan ampunan atas dosa-dosa kita kepada Allah.
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ألاَ تُحِبُّونَ أنْ يَغْفِرَ اللهُ لَكُمْ
Dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An-Nuur: 22)
Meski pun seorang yang dizalimi dibenarkan untuk membalas, namun memaafkanjauh lebih baik, di mana Allah akan memberi ganjaran dan pahalatersendiri.
وَجَزَاء سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.(QS. Asy-Syura: 40)
Even untuk Saling Memaafkan
Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fithri. Karena memang tidak ada hadits atau atsar yang menunjukkan ke arah sana.
Namun kalau kita mau telusuri lebih jauh, mengapa sampai muncul trend demikian, salah satu analisanya adalah bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan pencucian dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu.
عن أَبي هريرة أنَّ رسول الله ، قَالَ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيماناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ متفقٌ عَلَيْهِ
Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menegakkan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia?
Jangankan orang yang menjalankan Ramadhan, bahkan mereka yang mati syahid sekalipun, kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain, tetap belum bisa masuk surga. Oleh karena itu, biar bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadhan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih lengkap. Demikian latar belakangnya.
Maka meski tidak ada dalil khusus yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melakukan saling bermafaan menjelang Ramadha, tetapi tidak ada salahnya bila setiap orang melakukannya. Memang seharusnya bukan hanya pada momentum Ramadhan saja, sebab meminta maaf itu dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja.
Idealnya yang dilakukan bukan sekedar berbasa-basi minta maaf atau memaafkan, tetapi juga menyelesaikan semua urusan. Seperti hutang-hutang dan lainnya. Agar ketika memasuki Ramadhan, kita sudah bersih dari segala sangkutan kepada sesama manusia.
Beramaafan boleh dilakukan kapan saja, menjelang Ramadhan, sesudahnya atau pun di luar bulan itu. Dan rasanya tidak perlu kita sampai mengeluarkan vonis bid’ah bila ada fenomena demikian, hanya lantaran tidak ada dalil yang bersifat eksplisit.
Sebab kalau semua harus demikian, maka hidup kita ini akan selalu dibatasi dengan beragam bid’ah. Bukankah ceramah tarawih, ceramah shubuh, ceramah dzhuhur, ceramah menjelang berbuka puasa, bahkan kepanitiaan i’tikaf Ramadhan, pesantren kilat Ramadhan, undangan berbuka puasa bersama, semuanya pun tidak ada dalilnya yang bersifat eksplisit?
Lalu apakah kita akan mengatakan bahwa semua orang yang melakukan kegiatan itu sebagai ahli bid’ah dan calon penghuni neraka? Kenapa jadi mudah sekali membuat vonis masuk neraka?
Apakah semua kegiatan itu dianggap sebagai sebuah penyimpangan esensial dari ajaran Islam? Hanya lantaran dianggap tidak sesuai dengan apa terjadi di masa nabi?
Kita umat Islam tetap bisa membedakan mana ibadah mahdhah yang esensial, dan mana yang merupakan kegiatan yang bersifat teknis non formal. Semua yang disebutkan di atas itu hanya semata kegiatan untuk memanfaatkan momentum Ramadhan agar lebih berarti. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan niat untuk merusak dan menambahi masalah agama.
Namun kita tetap menghormati kecenderungan saudara-saudara kita yang gigih mempertahankan umat dari ancaman dan bahaya bid’ah. Isnya Allah niat baik mereka baik dan luhur.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Rabu, 26 September 2012

Debat NU vs Salafi di Cirebon

Berikut ini adalah video debat terbuka antara kyai muda NU yang akrab dipanggil Buya Yahya dengan ustadz salafi/salafy yang bernama Prof. Salim Bajri

Disc 1


Disc 2


Silakan menyimak,
Ada yang mengatakan tidak sampai pahalanya kepada orang mati dengan alasan dalilnya, sebagai berikut:
وَاَنْ لَيْسَ لِلْلاِءنْسنِ اِلاَّ مَاسَعَى
“Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan”. (QS An-Najm 53: 39)

Dalam Tafsir ath-Thobari dijelaskan, dari sahabat ibnu Abbas; bahwa ayat tersebut telah di-mansukh atau digantikan hukumnya:
عَنِ ابْنِى عَبَّاسٍ: قَوْلُهُ تَعَالى وَأَنْ لَيْسَ لِلاِءنْسنِ اِلاَّ مَا سَعَى فَأَنْزَلَ اللهُ بَعْدَ هذَا: وَالَّذِيْنَ أَمَنُوْاوَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِيَتُهُمْ بِاِءْيمنٍ أَلْحَقْنَابِهِمْ ذُرِيَتَهُمْ فَأَدْخَلَ اللهُ الأَبْنَاءَ بِصَلاَحِ اْلابَاءِاْلجَنَّةَ
“Dari sahabat Ibnu Abbas dalam firman Allah SWT Tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dikerjakan, kemudian Allah menurunkan ayat surat At-Thuur; 21. “dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami pertemukan anak cucu mereka dengan mereka, maka Allah memasukkan anak kecil ke surga karena kebaikan orang tua.”

Sedangkan hadits Nabi MUhammad SAW:
اِذَامَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ
“Apakah anak Adam mati, putuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara; shadaqoh jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan, dan anak yang sholeh yang mendo’akan dia.”

Anggapan keliru mereka dapat dipatahkan dengan dalil di antaranya :
وَالَّذِيْنَ جَاءُوْامِنْ بَعْدِ هِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَااغْفِرْلَنَا وَلاِءخْوَنِنَاالَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلاِءْيمن
“Dan orang-orang yang datang setelah mereka, berkata: Yaa Tuhan kami, ampunilah kami dan ampunilah saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan beriman.” (QS Al-Hasyr 59: 10)

Jadi yang putus adalah amal-amal si mayit tetapi tidak putus amal orang yang hidup dan dihadiahkan untuk si mayit. Perhatikan juga hadits-hadits berikut:

سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِىَّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنَّ اُمِى مَاتَتْ افَيَنْفَعُهَا اِنْ تَصَدَّقْتَ عَنْهَا ؟ قَالَ نَعَمْ
“Bertanya seorang laki-laki kepada Nabi SAW; Ya Rasulullah sesungguhnya ibu saya telah mati, apakah berguna bagi saya, seandainya saua bersedekah untuknya? Rasulullah menjawab; yaa berguna untuk ibumu.” (HR Abu Dawud)

وَحَدَّثَنِى عَلِىُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِىُّ حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ مُسْهِرٍ أَبُو الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ – رضى الله عنه – قَالَ بَيْنَا أَنَا جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذْ أَتَتْهُ امْرَأَةٌ فَقَالَتْ إِنِّى تَصَدَّقْتُ عَلَى أُمِّى بِجَارِيَةٍ وَإِنَّهَا مَاتَتْ – قَالَ – فَقَالَ « وَجَبَ أَجْرُكِ وَرَدَّهَا عَلَيْكِ الْمِيرَاثُ ». قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ كَانَ عَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ أَفَأَصُومُ عَنْهَا قَالَ « صُومِى عَنْهَا ». قَالَتْ إِنَّهَا لَمْ تَحُجَّ قَطُّ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ « حُجِّى عَنْهَا ». (صحيح مسلم)
Telah bercerita kepadaku Ali bin Hujrin al-Sa’dy, telah bercerita kepadaku Ali bin Mushir Abu al-Hasan dari Abdullah bin Ato’ dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya ra. beliau berkata: suatu hari aku duduk disamping Nabi Saw. kemudian ada seorang perempuan datang kepada Nabi dan ia berkata; sebenarnya aku bersedekah untuk ibuku dengan seorang hamba, sedangkan ibuku telah meninggal. Maka Nabi berkata: Pahalanya tetap bagimu dan harta warisannya tetap kembali kepadanu. Perempuan itu berkata lagi, Ya Rasulallah, sesungguhnya ibuku mempunyai tanggungan puasa Ramadlan, bolehkan aku puasa untuknya?. Rasul menjawab: Berpuasalah untuk ibumu. Kemudian perempuan itu bertanya lagi sebenarnya ibuku belum melaksanakan ibadah haji, bolehkan aku melakukan haji untuknya? Rasul menjawab: Berhajilah untuk ibumu. (Sahih Muslim)
Pendapat Imam Syafi'i rahimahullah
قال شيخ الاسلام الامام زكريا الانصاري : إن مشهور المذهب أي في تلاوة القرأن محمول على ما إذا قرأ لابحضرة الميت ولم ينو الثواب له أو نواه ولم يدع (حكم الشر يعة الاسلامية في مأتم الاربعين ص ٤٣)

syaikhul islam Imam Zakariya Al Anshori : Sesungguhnya pendapat masyhur madzhab (Asyafi’i) di dalam masalah bacan alqur’an itu di kondisikan apabila membacanya itu tidak di hadapan mayit (kuburnya) dan tidak niat memberikan pahala bacaan alquran itu kepada mayit atau berniat memberikan pahala bacaan tetapi tidak mendoakan (Hukmussyari’ah al islamiyyah fi ma’tamil arba’in hal 43).
والقول المذكور مبني على عمل الامام الشافعي فإنه كان يزور قبر الامام الليث بن سعد ثم يتلو الاذكار والقران الكريم : وقد تواتر أن الشافعي زار الليث بن سعد و أثنى وقرأ عنده ختمة و قال أرجو أن تدوم فكان الامر كذالك (الذخيرة الثمنية ص ٦٤

perkataan tersebut (Pendapatnya Imam Zakaria Al Anshori, itu di dasarkan atas perilaku Imam Syafi’i, bahwasanya Imam Syafi’i menziarahi Makam Imam Allayts bin Sa’ad kemudian melantunkan dzikir-dzikir dan Alqur’an, dan sungguh telah berkali-kali, bahwasanya Imam Syafii menziarahi Allayts bin Sa’ad, memujinya dan membaca (alquran) dengan sekali khataman, dan beliau berkata : Aku berharap ini di langgengkan, dan perkara itu demikian adanya (adzakhiroh atsamaniyyah hal 64)
Pendapat Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah
قال النواوي : وفى هذالحديث أن الصدقة عن الميت تنفع الميت ويصله ثوابها وهو على كذالك باجماع العلماء وكذا أجمعوا على وصول الدعاء و قضاء الدين الواردة فى الجميع و يصح الحج عن الميت اذا كان حج الاسلام و كذا اذا وصى بحج التطوع على الاصح عندنا و اختلف العلماء فى الصوم اذا مات وعليه صوم فالراجح جوازه عنه للاحاديث الصحيحة فيه و المشهور فى مذهبنا أن قراءة القرأن لا يصله ثوابها و قال جماعة من أصحابنا يصله ثوابها وبه قال أحمد بن حنبل و أما الصلاة وسائر الطاعات فلا تصله عندنا ولا عند الجمهور وقال أحمد يصله ثواب الجميع كالحج

Imam Nawawi berkata : dan di dalam hadits ini, bahwasanya bersedekah atas nama mayit ini bisa memberi manfaat kepada mayit dan pahala sedekahnya bisa sampai padanya, dan demikianlah sesuai dengan kesepakatan para ulama, dan juga ulama bersepakat atas sampainya doa, membayar hutang yang telah terwarid di dalam kesemuanya. Dan sah juga menghajikan haji atas mayit apabila hajinya itu haji islam dan begitu juga sah apabila mayit mewasiyatkan agar dihajikan dengan haji sunnah, ini menurut pendapat yang lebih shah menurut kami. Dan ulama berbeda pendapat di dalam masalah puasa, apabila seseorang mati dan dia masih mempunyai tanggungan puasa, maka pendapat yang rojih (unggul) itu bolehnya berpuasa atas nama mayit karena adanya hadits-hadits yang shohih, dan yang masyhub di madzhab kami bahwa bacaan alquran tidak sampai pahalanya kepada mayit, dan berkata sekelompok ashab kami bahwa pahala bacaan alquran bisa sampai kepada mayit, dan dengan pendapat sampainya pahala bacaan alquran, imam Ahmad bin Hanbal telah berpendapat. Adapun sholat dan semua bentuk amal keta’atan maka menurut pendapat kami dan pendapat jumhur ulama pahalanya tidak sampai kepada mayyit, dan imam Ahmad berkata, pahala semua bentuk keta’atan bisa sampai kepada mayyit sebagaimana pahala haji. (Syarah Shohih Muslim lil Imam Nawawi, penjelasan hadits no 1672)
Pendapat Syaikh Ibnu Taimiyah
وَالْعُلَمَاءُ لَهُمْ فِي وُصُولِ الْعِبَادَاتِ الْبَدَنِيَّةِ : كَالْقِرَاءَةِ ؛ وَالصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ إلَى الْمَيِّتِ قَوْلَانِ : أَصَحُّهُمَا أَنَّهُ يَصِلُ
“Mengenai sampainya pahala ibadah badaniyah kepada si mayit seperti amalan bacaan Al Qur’an, shalat, puasa, ada dua pendapat di kalangan para ulama. Yang tepat dalam masalah ini, pahala tersebut sampai” (Majmu’ Al Fatawa, 31: 41).

Senin, 13 Agustus 2012

Harry Tanoesoedibjo Bersama George Soros Si Bos Yahudi

Transindo Akuisisi Bentoel
Skenario Kodok Melahap Gajah

Gebrakan PT Transindo Multi Prima (TMP) mengakuisisi Bentoel Putra Prima
bagaikan kodok yang melahap seekor gajah. Siapa di belakang sang kodok?

Di alam nyata, kodok memang tak mungkin melahap gajah. Tapi, di dunia
pasar modal analogi semacam itu bisa saja terjadi. Contoh paling baru,
adalah apa yang terjadi pada akuisisi Bentoel Prima oleh PT Transindo
Multi Prima.
Bayangkan, total aset TMP tak lebih dari Rp 7 miliar. Tapi, perusahaan
ini bisa mengakuisisi Bentoel Prima yang beraset lebih dari Rp 1
triliun. "Itulah cerita kodok memakan gajah," ujar seorang investor,
enteng.

Bagi investor di pasar modal, akuisisi seperti itu tidaklah terlalu
merisaukan. Malah, mereka akan bersenang hati bila mendapat gain dari
fluktuasi harga saham perseroan. Apalagi, diakui, tak banyak yang mampu
melakukan itu. Praktik begini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang
punya nyali besar dan kemampuan rekayasa finansial tinggi.

Gebrakan TMP tidak saja mengejutkan, tapi juga memunculkan tanda tanya.
Bagaimana perusahaan yang tak terlalu diperhitungkan ini bisa melahap
perusahaan yang jauh lebih besar. Dan, bukan hanya satu, tapi dua
sekaligus. Selain Bentoel, TMP juga mengakuisisi PT Lestariputra
Wirasejati (LW).
Padahal, berdasarkan catatan keuangan per Oktober 1999, total aset TMP
hanya Rp 6,84 miliar. Nilai aset ini jauh lebih kecil dari aset BP
mencapai Rp 1,02 triliun dan aset LW sekitar Rp 99,11 miliar.

Bagaimanapun, pemegang saham Transindo telah menyetujui akuisisi saham
Bentoel dan Lestariputra masing-masing 75 persen saham. Setelah
akuisisi, nama Transindo Multi Prima lalu berubah menjadi Bentoel
International Investama.
Sebelumnya, santer diperdebatkan bahwa spekulan kelas kakap George Soros
bakal menguasai Bentoel. Tak heran, ketika Transindo berhasil
mengakuisisi dua perusahaan itu, orang mengaitkannya dengan Soros. Meski
pada kenyataannya Bentoel diambil oleh Transindo, tapi orang tetap
melihat ada jejak-jejak Soros di sini.

Bagaimana alur penguasaan itu berjalan? Rencana pengalihan saham dua
perusahaan itu diawali dengan right issue senilai Rp 349,13 miliar
lembar. Sebesar Rp 315 miliar digunakan untuk mengakuisisi saham Bentoel
dan sisanya Rp 35 miliar untuk saham Lestari.

Dalam aksi itu, PT Bhakti Investama bertindak sebagai pembeli siaga.
Kita tahu, Bhakti inilah yang menjadi jembatan petualangan Soros. Sudah
bukan rahasia lagi kalau Soros telah mengantongi 14,5 persen saham
Bhakti, sebagaimana diakui sang dirut Bambang Harry Tanoesoedibjo.

Apakah Soros mengambil bagian selaku pembeli siaga? Harry tidak
membantah kemungkinan itu. "Yang jelas, di belakang kami ada banyak
investor asing, termasuk Soros. Tidak tertutup kemungkinan Soros
mengambil bagian dalam tanggung jawab kami sebagai pembeli siaga," ujar
Harry, diplomatis.
Bhakti yang menjadi mitra Soros di Indonesia tampaknya punya kepentingan
yang serius di balik cerita kodok memangsa gajah itu. Paling tidak,
rapat pemegang saham telah menempatkan Harry di posisi presiden
komisaris. Adik kandung Harry, Rudy Tanoesoedibjo menempati posisi wakil
presiden direktur.

Jauh-jauh hari, Harry telah menegaskan, Bhakti Investama memang sedang
diarahkan untuk menjadi perusahaan investasi. Sinyalemen yang lebih seru
mengatakan, Bentoel International Investama bakal jadi anak perusahaan
Bhakti Investama. Ini klop dengan rencana Harry untuk menjadikan Bhakti
sebagai perusahaan investasi. Benarkah demikian? Harry tak mau
berkomentar. Sinyalemen keberadaan si raja portofolio di balik akuisisi
itu pun makin kuat.
PT Bentoel Prima (BP) sesungguhnya merupakan salah satu anak perusahaan
obligor kakap Grup Rajawali, milik pengusaha Peter Sondakh. BP
mengantongi kewajiban senilai Rp 214,29 miliar dari total utang macet Rp
2,14 triliun. Celakanya, pemegang saham mayoritas atas nama PT Amanat
Surya Kudus juga terjerat petaka yang sama. Perusahaan investasi ini
masih harus berurusan dengan BPPN karena tunggakan utang senilai Rp 8,20
miliar. Nilai akuisisi 75 persen saham Bentoel senilai Rp 315 miliar,
paling tidak, bisa menutupi kewajiban dua perusahaan itu senilai Rp
222,49 miliar.

Masih Jauh
Selain berganti nama, Transindo dikenal getol mengganti core business.
Semula, dengan nama Rimba Niaga Idola, perusahaan ini bergerak di bidang
tekstil. Tahun 1997, perusahaan ini beralih ke bisnis perdagangan umum
dan namanya pun berganti menjadi Transindo Multi Prima. Tak puas di
bisnis ini, manajemen perusahaan melirik bisnis distribusi rokok.

Dari sini pula Transindo menjadi kendaraan beberapa pemodal untuk
menguasai saham Bentoel Prima yang kebetulan sedang punya problem
keuangan. Namanya pun berganti menjadi Bentoel International Investama.
Nama Bentoel mengekspresikan pealihan konsentrasi bisnis, sedangkan
investama, boleh jadi berkaitan dengan kehadiran Bhakti Investama di
sana.

Soal nama Bentoel yang mendompleng, sempat mengundang perdebatan.
"Praktik seperti itu, de facto merupakan back door listing," ujar
seorang analis asing. Hanya saja, itu masih disiasati dengan penguasaan
portofolio melalui perusahaan lain. Toh, menurut dia, yang paling
diandalkan adalah bisnis rokok.
Sinyalemen lain mengatakan, hal itu dilakukan untuk memuluskan niat
Soros yang lebih tertarik menguasai portofolio. Maksudnya, agar ada
saluran lewat perusahaan publik. Dengan begitu, bila kondisi kurang
menguntungkan, saham akan bisa diguyur ke pasar.

Skenario pembelian saham dua perusahaan itu (Bentoel dan Lestariputra),
sontak menggelembungkan kinerja perseroan. Asetnya membengkak dari Rp
6,8 miliar (per Oktober 1999) menjadi Rp 1,38 triliun. Trnsindo mendadak
jadi perusahaan besar. Bahkan aset PT Lestariputra pun jauh mengungguli
Transindo yakni sebesar Rp 99,11 miliar.

Selain memproduksi rokok, Bentoel Prima masih memiliki beberapa divisi
penunjang seperti pengemasan, printing serta transportasi. Lestariputra
pun masih di sektor yang sama dengan Bentoel. Perusahaan ini memproduksi
dan memperdagangkan rokok kretek. Salah satu merek yang terkenal adalah
Star Mild.
Di bursa, sebelum rencana akuisisi itu diembuskan, saham Transindo
sesungguhnya tergolong tak aktif diperdagangkan. Belakangan, pergerakan
saham ini tampak sangat tidak wajar. Sejak November 1999 hingga 14
Januari 2000, saham ini sama sekali tak diperdagangkan dan terpaku di
posisi Rp 1.600 per lembar. Tak lebih sebulan kemudian, tepatnya 8
Februari, harga sahamnya telah melambung ke posisi Rp 19.000 per lembar.

Atas lonjakan dahsyat itu, Harry punya jawaban. "Ya, kalau harga saham
Gudang Garam bisa di angka belasan ribu, mengapa tidak untuk Bentoel
International Investama," ujar Harry Tanoesoedibjo, enteng.

Anehnya, belum juga berakhir bulan Februari, pada tanggal 18 Februari
lalu, saham ini telah terjerembab ke posisi Rp 7.750 per lembar.
Rupanya, tak mudah untuk untuk menyaingi Gudang Garam. Seorang analis
mengatakan, upaya Bentoel International Investama menyaingi harga saham
Gudang Garam tak bakal terwujud. Selain size-nya kecil, pangsa pasar
Bentoel dan Star Mild jauh di bawah produk Gudang Garam. Apalagi,
akuisisi itu baru langkah awal untuk konsolidasi. Jadi, perusahaan ini
masih harus membuktikan dulu kinerjanya.
Sumber: http://groups.yahoo.com/group/ambon/message/7316?var=1